Kamis, 28 September 2023

Irma Hutabarat : Akar Vetiver Mampu Menahan Badai

Teknologi

Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Weni Wahyuny TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tumbuhan vetiver dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat sajadah atau kerajinan lainnya. Dapat tumbuh di air payau atau laut sehingga digunakan untuk menahan badai. Itulah sebagian fungsi akar dari vetiver yang diungkapkan oleh Pimpinan Yayasan Miyara Sumatera, Irma Hutabarat saat ditemui di Hotel Arista Palembang, Sabtu (12/4/2014). Pada 4 Maret 2014, Irma pernah hadir dalam Konferensi Vetiver Pertama Di Philipina yang dihadiri oleh seluruh ahli botani di seluruh dunia dan kepala PU seluruh dunia juga hadir, kecuali Indonesia. Dengan inisiatif dan biaya sendiri, Irma pun datang sendiri ke Philipina sebagai partisipant dari Indonesia. Irma pun mengatakan bahwa selama 4 hari ikut dalam koferensi tersebut, ia menghabiskan biaya sekitar 50 jutaan. "Jauh-jauh ke Philipina dan menghabiskan uang yang tidak sedikit, hasilnya tidak sia-sia. Yang saya dapatkan adalah ilmu dan pengakuan dari net work, konsultan dari seluruh dunia, The Vetiver Network International (TVNI)," katanya. Lebih dalam Irma menjelaskan manfaat dari tumbuhan yang sudah berasal dari India yang ditemukan pada tahun 80 an itu. Manfaatnya yang sedemikian banyak sehingga menjadi solusi bagi berbagai macam masalah lingkungan seperti limbah dari industri rumah tangga dan tambang yang bisa diserap oleh akar vetiver dan menghujam bermeter-meter ke bawah tanah. "Vetiver juga sebagai proteksi jalanan, jembatan, rel kereta api, bangunan, dan stabilisasi tanah karena kekuatan akarnya sama dengan seper enam (1/6) kekuatan kawat baja," tambah Irma. Irma melanjutkan, selain ramah lingkungan, solusi ini juga tidak mahal, bisa menghemat anggaran Pekerjaan Umum (PU). Harganya tidak mahal karena tidak sampai separuh dalam pembuatan beton, lebih murah dari beton. Dengan fungsi yang lebih banyak. Sebagai penyerap karbon dan racun dari tanah dan air. Mudah tumbuh, anti hama dan mampu mengusir nyamuk dan tikus. Vetiver ini juga berfungsi sebagai resapan yang hidup bagi air yang menggenang dan merupakan sanitasi alam yang ampuh karena dapat menjernihkan air dan menghilangkan bau. Vetiver sendiri banyak ditemukan di Bali, Aceh dan Jawa. Tetapi yang Irma lakukan adalah mempergunakannya sebagai bio teknologi yang disebut vetiver sistem. Sudah dipakai untuk menahan longsor pada tambak, dan menyerap racun yang bisa membuat ikan-ikan itu mati sehingga tidak perlu di beton karena beton tidak menyelesaikan masalah. "Kalau di Aceh, dipakai untuk rehabilitasi tsunami, vetiver bisa ditanam di air payau atau air asin. Dapat ditanami dipinggir laut karena bisa menahan badai. Menyerap air dan menyimpan serta menyuburkan tanah dan tanaman disekitarnya," jelasnya. Dalam waktu dekat, Irma dan yayasannya akan mengadakan sosialisasi tentang vetiver di kota Palembang. Namun survei sudah dilakukannya lebih dulu di tempat-tempat yang infrasturktur atau lingkungannya sudah tercemar atau kurang sedap di pandang mata seperti di Kambang Iwak Besak, Pasar Cinde, Kambang Iwak Kecil dan Ampera serta bantaran Musi sekitaran Ampera. Dan sepanjang jalan dari hilir ke hulunya. Sampai ke Plaju, Bagus sekuning menyusuri jalan utama yang membela kota Palembang. "Sebelum sosialisasi, kita harus bekerjasama dengan ahli lingkungan setempat, kepala PU, dan pertamanan. Begitu bannyak fungsi vetiver ini sehingga harus disosialisasikan agar publik juga ikut menjaga lingkungan," tambahnya. Selain itu, pihaknya juga memperkerjakan orang banyak dan rakyat bisa mengambil manfaat yang banyak dari tanaman ini. Bernilai ekonomis juga. Untuk penanaman dan pemerliharaannya kita pasti melibatkan orang banyak di lokal. "Saat ini vetiver tidak sembarang dijual karena harus ada sertifikatnya. Ada, tapi sistemnya masih akan disosialisasikan," kata wanita yang sudah 3 tahun ini mengenal vetiver ini. "Saya sudah mencobanya untuk tambak anak saya yang sukses dan sudah berkembang biak banyak, ikan dan vetivernya. Memperkuat struktrur bangunan di dinding-dinding rumah. Bisa dipakai untuk landskap yang multiguna. Akarnya dibuat untuk sejadah," tambahnya. Akar vetiver bisa sampai 3-5 meter yang bisa protek jembatan, bendungan, bantaran sungai, pelabuhan, rel kereta, memurnikan air, pembuangan air limbah, untuk koservasi alam dan sudah dipakai seluruh dunia, Dengan adanya global warming, fakta bahwa vetiver seluas 44 Ha dapat mengurangi emisi karbon dari 100.000 mobil yang menempuh jarak 30.000 km per tahun sudah teruji. Tahan terhadap hama penyakit dan api. Bisa hidup di pasir, dipesisir pantai bisa ditanami. Bisa tumbuh di lereng yang tandus berkapur, tumbuh di air dengan sistem pontun, dapat terendam 45 hari dan menghilangkan bau. Bisa tumbuh di tanah asam sulfat yang tinggi seperti di tambang, sukanya ditempat terbuka, menyuburkan tanaman disekitar, membasmi hama, dapat menjadi makanan ternak menghilangkan cacing diternak, melindungi sumber air di Bali. Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Irma Hutabarat : Akar Vetiver Mampu Menahan Badai, https://sumsel.tribunnews.com/2014/04/12/irma-hutabarat-akar-vetiver-mampu-menahan-badai. Penulis: Weni Wahyuny | Editor: Arief Basuki Rohekan

Berita Lainnya

Lihat Semua
...

Kamis, 28 September 2023

Calon Legislator Kevin Ajak Warga Diskusi Terbuka

Caleg Kevin Ibrahim semakin mendapatkan momentum yang kuat dalam perjalanan kampanyenya untuk pemilihan legislatif tahun ini. Dalam acara kampanye ter...

...

Kamis, 28 September 2023

Membawa Harapan dan Dedikasi untuk Masyarakat

Kevin Ibrahim adalah seorang calon legislatif (caleg) yang memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang pelayanan masyarakat. Berpengalaman sebagai...